vintagehome

vintagehome

Selasa, 27 November 2012

clockwatching

Aku hanyalah seorang pengamat waktu. Seringkali mengangkat sedikit tangan kiriku dan melihat jarum jam. Menunjukkan sebuah angka. Detik, menit, jam. Terkadang aku menginginkan waktu untuk berjalan lebih lambat, namun bisa juga sebaliknya. Aku bisa menjadi sangat tidak sabar ketika aku sangat ingin mengakhiri sesuatu. Mungkin suatu penantian. Aku, dan mungkin juga kalian, tidak suka dengan kata menunggu. Aku ingin memperlambat jalannya waktu, ketika aku memang menyukai suatu hal yang sedang terjadi. Mungkin aku ingin memperlambat waktu ketika aku sedang bersamamu.

Hei, ingat dulu?
Dulu, kita bersama. Kita mempunyai banyak waktu untuk bercerita. Kita saling meluangkan waktu untuk 'kita'. Kamu ingat tidak? :) We are inseparable, I think. Tapi itu dulu. Sekarang? Kita sudah tidak lagi bersama. Kita sibuk untuk masing- masing urusan. Menjalani kehidupan, dengan sendiri. Kita jauh. Sebenarnya tidak begitu jauh, namun seperti ada tembok yang menghalangi kita untuk kembali menyatukan waktu.

Aku sadar, kamu masih sama seperti yang dulu. Namun yang aku tahu, kita yang mengalami perubahan. Perasaan, pengorbanan, pengertian, semua melebur dan menghilang. Ternyata kita selalu sama, tanpa disadari. Kita merasakan hal yang sama seakan nasib kita selalu sama. Tuhan yang menentukan takdir bahwa kita -mungkin- bernasib yang sama. Sedih, senang, berpisah, bersama, semua tersirat dalam lembaran kehidupan.

Aku memperhatikan itu lho. Bahkan kamu tidak menyadarinya, dan aku selalu berfikir, "hey, kenapa kita selalu sama?" dan ketika hal itu terjadi, aku hanya tertawa geli. Curhat juga untuk apa. Tapi terkadang we did it. We shared everything that can make us feel like 'we're okay, something bad isn't gonna happen to us'. And I believe the things that you've said.

Tuhan, ini namanya takdir bukan? Berharap masih gratis kan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar