vintagehome

vintagehome

Minggu, 12 Agustus 2012

Singapore

Liburan semester 4 menuju semester 5 ini menurut gw adalah liburan terlama. Ya, cukup lah liburan selama 2 bulan kurang lebih, soalnya liburan semester dan liburan lebaran ini digabung, bablas. Tapi bukan berarti gw kemudian leha- leha ga ada kerjaan di rumah. Niatnya mau magang, tapi itu selalu aja hanya wacana. Kenyataannya adalah setelah UAS selesai, masih aja gw setiap hari ke kampus buat menyelesaikan sebuah amanat, Masa Perkenalan Fakultas. Ini bisa dibilang mengisi waktu liburan juga, gw sama sekali nggak keberatan masih ke kampus padahal orang lain udah pada pulang kampung dan mulai sibuk ngambil SP. Karena gw berpikir, kalo gw ga ikutan acara ini, kayanya liburan gw cuma dihabiskan buat main, main, dan main, yang ujungnya ngabisin duit hehehe. Tapi ambil hikmahnya aja, bahwa semua yang gw jalani ini intinya adalah memetik sebuah pengalaman yang butuh pengorbanan :)

Kadang suka sirik juga sama orang yang kemudian jalan- jalan, liburan, ketika gw masih belum bisa meninggalkan kampus. Haha but it's okay. Tadinya gw mau berlibur ke Jogja- Semarang, tapi ternyata waktunya habis sama sekali, hingga akhirnya jatuh tempo pada tanggal yang dari tahun lalu udah gw rencanain sama Thimeh buat berlibur ke Singapur. Ada kira- kira seminggu waktu kosong gw isi di rumah, yang kebetulan udah masuk bulan puasa, akhirnya gw habiskan waktu sama keponakan gw, si Zahran.

Gw pergi ke Singapur pada tanggal 8-11 Agustus 2012. Iya, pas banget lagi bulan puasa, tapi gw alhamdulillah masih puasa kok, meskipun nggak full setiap hari di sana, hahaha *busuk*. Pada saat departure, gw dapet flight jam 6.45 pagi banget emang, gw berangkat sama Tutu dari Indonesia. Thimeh yang dari Bogor beda penerbangan sama gw. Dia berangkat malem. Gw udah bingung minta anterin siapa untuk pergi ke bandara, akhirnya gw minta temenin Mr. K :) Dia baik banget orangnya hehe and now I'm totally in love with him 

Keberangkatan pagi itu cukup lancar, tiket, paspor, barang bawaan tidak melebihi bagasi, hahay maklum backpacker jadi bawalah barang seperlunya dari Indo. Tapi ada sedikit masalah dengan barang bawaannya Tutu. Dia terdeteksi membawa 4 bungkus rendang. Hahaha ternyata itu titipan buat saudaranya di sana. Tadinya sih itu rendang udah gak bisa dibawa, tapi petugasnya minta uang damai. Eh gw udah males banget dengernya -_- masih aja ada ya pungli ckck.

Sesampainya di Changi, kami langsung menuju Hostel yang letaknya di Hongkong St. Transportasi di sana sangat jauh lebih mudah, lebih tertata, lebih simple. Kami naik MRT dari Changi Airport menuju Qlarke Quay. Keadaannya sama di Indo, beda banget. Iya beda -_-" agak mirip Jakarta (gedung pencakar langit sama panasnya doang). Sama sekali nggak ada yang namanya kumuh, macet, sampah, dan lainnya yang merusak pemandangan. Perjalanan di MRT dihiasi oleh pemandangan warganya yang sedang asyik berkutat dengan Apple. iPad dan iPhone. Mungkin hampir setiap orang bawaannya iPhone itu, ya sesekali Samsung Android. Beda sama di Indo, yang hampir setiap orangnya memiliki Bl*ckberry. Samarin merknya dikit deh, padahal gak tau buat apaan disamarin -_-





Setelah kami sampai di Hostel, kami langsung menitipkan barang bawaan ke resepsionis. Kami check in pada pukul 14.00 sedangkan kedatangan kami saat itu masih pada pukul 10.30 masih lama. Kami menginap di Hostel City Backpacker. Tempatnya bagus, harganya cukup murah, mengingat tempatnya strategis dan dekat dengan stasiun MRT. Akhirnya kami berjalan- jalan dulu untuk memburu foto B) Kami ke Central, mall dekat Hostel, lalu dilanjutkan ke Raffles City untuk melihat patung Merlion, lambang negara tersebut. Sesampainya di sana, ternyata Merlionnya sedang direnovasi. Iya, gw kurang beruntung T.T

Di Raffles cukup banyak objek menarik yang bisa di foto. Tamannya bersih banget, ngga ada sama sekali sampah. Denda buat para pelanggarnya juga emang cukup besar sih soalnya. Siang bolong di sana panasnya luar biasa. Penampakannya kurang lebih kaya gini :


 


Dan ini makanan berbuka puasanya, makanan India, di restoran yang terletak di Little India. Rasanya enak, tapi bumbu rempahnya jauh lebih 'strong' pada masakan India dibanding masakan Indonesia.

Keesokan harinya, gw jalan- jalan ke Universal studio. Ada banyak wahana di sana, dibagi perfilm gitu, kaya misalnya bagian Lost World Jurrasic Park, The Mummy, Sesame Street, Shrek, dan lain sebagainya. Masing- masing bagian punya wahana yang macem- macem lagi tapi permainannya seru. Emang sih mirip sama Dufan, tapi di sini lebih bagus, dan kita bisa berfoto sama tokoh- tokoh pemain filmnya.






ini penampakan ketika malam hari



Subhanallah ya :D
Hari ketiganya, kami habiskan waktu untuk berbelanja membeli oleh oleh di Bugis :) Negara kecil yang sangat cantik, sangat sayang untuk ditinggalkan, semoga tahun berikutnya bisa mengunjunginya lagi :D


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar