vintagehome

vintagehome

Rabu, 13 Juni 2012

topeng

Masalah, sesuatu yang paling pasti kehadirannya di dunia. Banyak makna yang terkandung di dalamnya, jika kita mau mengerti dan mengambil hikmahnya. Dilewati dengan penuh kesabaran dan pengorbanan. Ya, sacrifice. Sebetulnya, sudah sejauh apa kita melakukan pengorbanan itu. Dia yang mengajariku segalanya tentang 'bijaksana'. Dia seseorang yang paling sabar mengatasi segala keegoisanku. Pertanyaannya, "sampai kapan?". Setiap orang pasti memiliki keegoisannya tersendiri dan lebih memikirkan hal yang memang hanya berkaitan dengannya. Saya akui, itu memang saya. Dari dulu, saya selalu beranggapan, "jangan ngurusin sesuatu yang ngga ada hubungannya sama diri lo. Urusin aja hidup lo dulu. Toh semua orang punya masalah."

Di setiap jalan, pasti ada tikungan. Di setiap jalan yang lurus, pasti ada jalan berbatu kerikil. Mau sekeras apapun usaha kita me'mulus'kan jalan hidup kita, pasti ada masalah. Masalah yang dihadapi diri sendiri, terkadang menjadi sesuatu yang membingungkan. Saya sendiri, masih bingung jika harus bercerita pada siapa mengenai masalah yang sedang dialami. Orang belum tentu peduli terhadap urusan kita. Karena saya, termasuk tipikal orang yang seperti itu. Membantu memberikan saran, tapi bukan menyelesaikan. Yang bisa menyelesaikan masalah itu hanya orang yang bersangkutan dengan masalah itu.

Di balik senyuman, tersimpan penderitaan. Di balik kebahagiaan, tersimpan kemunafikan. Siapa yang tau isi hati orang yang sebenarnya? Semakin lama, semakin kita pandai menyembunyikan sesuatu. Menyembunyikannya dengan menggunakan topeng. Wajah asli yang sebenarnya tidak akan terlihat oleh orang lain yang hanya memandang secara fisikal. Topeng tersebut semakin melekat dan tak akan pudar. Setiap orang berusaha untuk menutupi penderitaan yang dihadapinya. Masalah yang sedang mereka alami sendiri.

Kenapa harus mengenakan topeng, Bung? Jujur saja pada diri sendiri dan orang lain, bahwa kenyataannya kau memang tidak mampu, memang tidak menyukainya. Kenapa berpura- pura seakan semuanya baik- baik saja. Apakah dengan berpura- pura kau akan menyelesaikan masalah itu satu persatu? Tentu tidak. Bicaralah, karena kau memang diberikan lisan untuk berbicara. Dengarkanlah, karena kau diberikan telinga untuk mendengar sesuatu yang memang seharusnya kau dengar. Kau punya otak untuk memikirkan jalan yang paling baik. Namun baik belum tentu benar. Tapi kau punya hati yang tak akan pernah salah. Semua indera yang telah dianugerahkan akan membantumu menyelesaikan masalah.

Seperti yang dia katakan waktu itu, "Speak up!"
Hadapi duniamu yang sesungguhnya. Ini adalah sebuah kenyataan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar