vintagehome

vintagehome

Selasa, 13 Maret 2012

Pemanfaatan Batang Pisang

Halo reader, udah lama ga nulis nih hehe soalnya udah mulai kuliah lagi jadi sibuk sama laporan dan lain- lainnya. Pengen share sesuatu nih, yang pastinya sesuatu yang unik dan barang kali ada yang belum tau informasi ini. Ceritanya pas hari Minggu kemarin, gw mengikuti sebuah proker dari salah satu himpunan profesi di IPB, sebut aja Himalogin :D pelatihan ini cukup bikin gw kagum juga, soalnya gw bener- bener baru tau dan menurut gw ini sesuatu yang bisa dibilang, Agroindustri banget, yaitu pelatihan pembuatan tepung pisang. Tepung pisang? Udah ga asing lagi kayanya kalo itu mah. Nah yang unik ini namanya pembuatan kertas batang pisang. Kertas yang biasanya warna putih dan kita pakai untuk nulis- nulis, sering kali disinggung- singgung dalam usaha penghijauan untuk ga menggunakannya terlalu banyak. Tau alasannya kenapa kan? Iya, soalnya pohon yang ada di hutan jadi ditebang untuk menciptakan lembaran- lembaran kertas tadi. Terus, departemen Industri dari Himalogin, mencoba untuk mengadakan pelatihan tentang bahan pengganti kertas yang terbuat dari bonggol pisang. Gimana caranya?

alat dan bahan :
- batang pisang
- air
- blender
- baskom atau bak rendam
- spon
- kain
- screen ukuran 25x25 cm atau 35x45 cm
- papan atau alat pemberat

cara membuat :
- batang pisang dipotong kecil atau dicincang hingga seukuran 5 cm
- cincangan batang pisang direbus selama kurang lebih 30 menit
- batang diblender hingga diperoleh pulp
- pulp bisa ditambahkan pewangi, supaya kertas yang kita buat tersebut beraroma
- pulp dicetak dengan alat screen
- kertas cetakan didiamkan sekitar 1 jam agar airnya berkurang, atau bisa juga dijemur supaya bisa cepat kering
- setelah kering, kertas diangkat dengan hati- hati dan siap dibentuk

Dari hasil yang gw peroleh kemarin, kertasnya berwarna abu kecoklatan, mirip kertas koran yang didaur ulang. Kerentanan atau ketahanan sobeknya masih rendah, soalnya kertas yang dibuat ini masih bener- bener alami tanpa bahan kimia apapun. Kertas ini sebenernya cocok untuk kertas kerajinan, bukan kertas yang kita tulis kaya di buku- buku gitu, soalnya warnanya gelap dan kalo ditulisin juga ga keliatan. Tapi, kertas ini juga bisa dikasih pewarna, supaya warnanya lebih menarik dan lebih cerah.

Dibalik semua kekurangannya, kertas ini adalah sebuah inovasi baru yang masih bisa dikembangkan terus menerus hingga diperoleh fungsi yang maksimal, kaya kertas buku tulis misalnya. Jadi, pohon- pohon besar yang ada di hutan, masih bisa dijaga kelestariannya, dengan menggunakan pembuatan kertas dari bonggol pisang. Bonggol pisang ini juga bisa disebut sebagai limbah. Oleh karena itu, pembuatan kertas dari bonggol pisang ini juga sebagai sarana untuk mengolah limbah menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat di kehidupan kita sehari- hari. Semoga artikel ini bermanfaat ya :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar