vintagehome

vintagehome

Rabu, 08 Februari 2012

Hujan

Siang ini hujan cukup deras mengguyur kota Bogor. Sudah beberapa hari di minggu ini, matahari selalu terik dan panas. Tidak ada yang aneh memang jika hujan turun, karena Bogor dikenal dengan sebutan kota hujan. Tidak ada yang salah juga untuk kedatangan-nya di siang ini. Saya -yang beberapa hari yang lalu menginjak umur 19 tahun- sudah sejak lahir menempati kota ini. Saya sangat senang dengan turunnya hujan karena hujan menurut saya adalah berkah dan anugrah dari kuasa-Nya. Saya pun selalu bersyukur ketika turun hujan. Rintik- rintiknya yang selalu menyenangkan untuk dipandang dari dalam jendela kaca. Semua kenangan yang ada akan teringat kembali jika melihat "lukisan" hujan sambil ditemani lagu- lagu syahdu. Ya, sebagian besar anak muda biasa menyebutnya dengan kata 'galau'. Namun bukan itu yang ingin saya tulis kali ini, saya hanya ingin berbagi cerita mengapa saya sangat menyukai hujan.

Sebelum hujan turun, langit akan menunjukkan tanda- tandanya. Langit yang berwarna gelap, berawan, dan angin bertiup kencang atau mungkin menyejukkan. Menghilangkan semua hawa panas setelah matahari melakukan tugasnya di siang hari. Jika pertanda sudah datang, maka semua orang bersiap untuk berlindung dari turunnya hujan. Terkadang untuk segelintir orang, hujan bisa dikatakan sebagai penghambat aktivitas. Namun, tidak semua orang menganggapnya seperti itu karena ada juga orang- orang yang mengais rezeki dari turunnya hujan. Ya, hujan adalah berkah dan rezeki bagi seluruh makhluk yang ada di muka bumi ini. Saat pertanda itu datang dan hujan mulai turun perlahan, orang- orang akan berjalan tergopoh- gopoh mencari tempat perlindungan. Begitu pula dengan saya, yang merasakan ketika turunnya hujan, saya menjadi ingin berada di rumah karena hanya rumahlah yang selalu bisa melindungi saya dari cuaca apapun. Hujan yang telah mengingatkan saya bahwa rumah adalah tempat ternyaman untuk ditinggali. Saya pun sudah menjadi terbiasa dengan membawa tas dengan kondisi yang agak berat karena ditambah beban sebuah payung.

Saya menyukai aroma turunnya hujan ketika ia mulai menyentuh tanah. Aroma yang khas, membuat suasana hari menjadi tenang. Melihat percikan hujan yang lambat laun turun semakin deras dan tanpa henti di tanah. Sungguh angin yang berhembus juga menyejukkan, dan terkadang terlampau dingin jika membasahi tubuh. Akan menjadi sangat menyenangkan jika hujan turun, saya basah kuyup, dan ketika saya sampai di rumah disuguhi oleh secangkir teh atau susu cokelat hangat. Ya, itu minuman favorit saya. Sambil menyeruput akan terasa kehangatan yang menyentuh lidah menggigil ini. Seringkali peristiwa yang sangat terkenang dalam 19 tahun ini, kembali teringat. Mencoba mengingat, membayangkan kembali, bertanya mengapa, siapa, sedang apa, bagaimana, dan sebagainya, semua hal- hal itu yang membuat saya sangat menyukai hujan.

Hujan, bagi beberapa pujangga dari karyanya yang pernah saya baca, seringkali menggambarkan kesedihan, yang dikonotasikan sebagai air mata. Memang tidak ada yang salah karena saya juga suka terbawa suasana dengan kenangan yang kembali terlintas di pikiran saya. Namun dibalik semua gambaran 'kesedihan' itu, hujan mengingatkan saya akan suatu hal. Setelah hujan, akan ada matahari yang kembali menyinari bumi. Setelah hujan, (terkadang) akan ada pelangi yang selalu menghiasi bumi. 

"There's a rainbow always after the rain."
Buat semua penggemar hujan, saya punya web yang bagus untuk kalian. Klik kanan link ini  http://www.rainymood.com/ , kemudian open in a new tab,  terus klik link 'music for today...' yang ada di web itu. Nikmati deh, dengan pic turunnya hujan di desktop kamu :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar